Search

confessions a.k.a CONTEMPLATIONS

Just another WordPress.com weblog

nyanyian rimba

tentang suara serak sengau yang selalu berdengung,
decit riuh ringkik mengembik..
bak kawanan liar berkoar koar.
terkadang iramanya melenakan,
seringkali menggugah amarah.
resahku lelah…
terombang ambing dalam gundah.
hei! apa perlumu??!!
serak sumpah serapah sampah!
teriaklah hingga puas dahagamu!
ku diam tak bersuara.
ku sepi tak bergeming.
ku dengar tak melihat.
sekian ribu rasa buatku mati raga.
dan disini, ku tetap setia.

bla bla blah!

saat hening tak berderak,
hanya otak yang sibuk bergerak,
merekam tiap potongan kenangan,
khayalan basi, racun pengantar imajinasi.
aku benci.
muak dengar sunyi senyapmu.
tak pernah ada alasan tepat tuk melangkah pergi.
hanya diam, tak bergeming.
lagi lagi stagnasi.
buntu!
enyahlah kau sepi bisu dan gagu!!!!

Sepi basi

Malam ini, berteman muramnya cahaya langit, langkah pulangku direstui nada sengau pengamen tua,
satu dua lagu sendu terdengar pilu meracau dari mulut beraroma tak sedapnya.
saat ini, mungkin bisa kusenandungkan satu, tiga atau lima lagu merdu, jauh lebih merdu dari pengamen itu.
Lagu untukmu
hanya sayang saja, kali ini langkahku sepi seorang diri, tak ada kamu…
aku dan malamku…
aku dan pengamen tua bernada sengau.
tak ada kita.
jadi semerdu apapun suaraku, tak mampu kumenepis sendiriku.
aku dan diriku. tanpa kamu.
Mungkin ku rindukanmu,
sangat mungkin.

                 -Pulogadung, 16.11.2015-

invisible

ku tak terbaca,
tak pun terlihat,
tak jua teraba….
akulah sunyimu,
akulah pekatmu..
dalam hening, kucintaimu
dalam gelap, kurinduimu,
entahlah, hati ini sanggup setia; menantimu selalu.
meski tanpa suara.
sesederhana itu.

image

yes, it’s You!

kubenci kau…
perenggut selaksa hati dan jiwa,
hingga mampu tenggelamkan raga
berkubang dalam peluh harap dan dosa
tambatkan diri pada satu cinta berair mata.

kubenci kau,
satu-satunya pemilik rasa cemburu,
yang tak kan sanggup kumiliki,
sepanjang jalan dan seluruh nafas hidupku.

kubenci kau,
yang membuat diri enggan berkutik,
terkulai lemas dalam peluk imaji,
tanpa kuasa berlari menjauh.

kubenci kau,
wahai penguasa mimpi,
meski selamanya tak mampu bersama,
namun segenap rasa ini asli,
tercipta sebagai teman jiwamu.

SEGALAKU

Lengkap sudah penantian ini,
pada hari keempat di bulan ketujuh tahun dua ribu lima belas,
semesta kembali bernyanyi atas namanya,
“Mazaya Lintang Dahayu”
galaksiku,
pusat tata surya hati,
hidup dan matiku…

‘LINTANG RAYA’,

bintang besar yang selalu menyinari langkahku…
Seluruh nafas pun peluhku luruh untukmu.
..kan kusayangi hingga hari tak lagi bermentari.

image

pathetic

Good night my hollow heart…
it will always be empty..
..and i will never (ever) have you!

image

hope(less)

meski ragaku tak mampu memelukmu selalu,
namun hati ini setia memanggil namamu…
kau punyai segalaku.
selalu.

image

late ego…

selamat malam rintik hujan,
sunyi senja merayap tinggi meracaui bumi.
jari ini merindukan selaksa buku jemari hangatmu,
memaktubkan genggamannya.
lagu itu terngiang perlahan di telinga,
senandung cinta para pujangga.
anganku tertahan.
pedih perih menggelegak lirih,
merepih rindu.
hasratku mendambakannya.
hari ini, malam ini, detik ini,
entah mengapa…
hati ini mengingininya.

image

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑